
Penulis:
Abstrak:

Penulis: Rendy Alvaro, S.Sos., M.E.
RIZA ADITYA SYAFRI, S. AK., M.E.
Abstrak:
Mulai tahun 2023, DAU akan dibagi menjadi DAU yang tidak ditentukan penggunaannya (block grant) dan DAU yang ditentukan penggunaannya (specific grant).
Selama ini realisasi DAUsebagian besar dialokasikan
untuk belanja birokrasi, seperti yang terlihat darirata-rata realisasi belanja pegawai sebesar 32,4% dibandingkan dengan rata-rata realisasi belanja infrastruktur publik sebesar 11,5 %.
Permasalahan pada Reformulasi DAU juga dihadapi oleh Pemkab Garut diantaranya penurunan nilai block grant, sistem reimburse pada penggajian PPPK, dan permasalahan perbedaan jumlah dana kelurahan.
Komisi II perlu mendorong Kemendagri melakukan pengawasan dan asistensi kepada Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pemenuhan DAU yang ditentukan penggunaannya. Kemendagri mengidentifikasi hambatan-
hambatan serta melakukan sinkronisasi aturan pelaksanaan dengan Kementerian Keuangan.

Penulis: RIZA ADITYA SYAFRI, S. AK., M.E.
Rendy Alvaro, S.Sos., M.E.
Abstrak:
Biaya pemilu di Indonesia sangat tinggi dan cenderung meningkat dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Biaya pelaksanaan pemilu bersumber dari APBN, maupun dari para peserta pemilu, dalam rangka kampanye.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan, pemilu hanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perekonomian di wilayah barat Indonesia.
Faktor ketimpangan menjadi salah satu penyebab mengapa pemilu cenderung hanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap provinsi-
provinsi di wilayah barat Indonesia.
Komisi II DPR RI perlu mendorong pemerintah untuk mengevaluasi serta mempertimbangkan redesain sistem perhitungan dapil dan alokasi kursi di parlemen terutama dari timur Indonesia.

Penulis: LEO ISKANDAR, S.E., M.Sc.
Abstrak:
Tindakan terorisme kembali terjadi di Indonesia pada penghujung tahun 2022. Aksi terorisme berupa bom bunuh diri oleh seorang mantan narapidana kasus terorisme yang terjadi di kota Bandung, tepatnya di Polsek Astana Anyar. Aksi-aksi seperti itu perlu diwaspadai sebagai bentuk ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional sekaligus menandakan bahwa radikalisme dan intoleransi masih beredar di tengah masyarakat Indonesia. Berdasarkan Global Terrorism Index tahun 2021, Indonesia memperoleh skor 5,5 poin berada di urutan ke-24 dari 163 negara yang terdampak terorisme.
Penulis: Ratna Christianingrum, S.Si., M.Si.
Abstrak:
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635