

Penulis: SATRIO ARGA EFFENDI, S.E., M.E.
Abstrak:
• Pemerintah telah menggaungkan
rencana penerapan transformasi
digital di Indonesia. Hal tersebut
tentu perlu didukung dengan
layanan internet yang berkualitas.
Baik secara coverage area maupun
kecepatan aksesnya.
• Berdasarkan data Speedtest Global
Index tahun 2020, Indonesia
memiliki akses internet mobile
broadband dengan kecepatan
download rata-rata 14,16 Mbps dan
upload 9,50 Mbps, yang
memposisikan Indonesia pada
peringkat ke-120 dunia.
• Akses 5G menawarkan kecepatan
10-100 kali lebih cepat dibanding
jaringan 4G. Serta memiliki latensi
yang super rendah (ultra low
latency).
• Industri dan segenap pemangku
kepentingan harus memastikan
standar keamanan dalam
penerapan teknologi terbaru dan
memberikan jaminan keamanan
terhadap kepentingan masyarakat
dan bangsa Indonesia.
• Percepatan pemenuhan kebutuhan
spektrum frekuensi dan
penghapusan digital divide perlu
menjadi perhatian serius bagi
pemerintah.
Penulis: RIZA ADITYA SYAFRI, S. AK., M.E.
Abstrak:
• Penggunaan dana TKDD baik tahun
2020 lalu, maupun 2021, sebagian
besar dialokasikan bagi percepatan
penanganan Pandemi Covid-19.
• Realisasi anggaran TKDD sebesar
Rp762,53 triliun pada tahun 2020,
dan alokasi TKDD sebesar
Rp795,48 triliun di tahun 2021.
• Selain itu, Pemerintah Pusat juga
menetapkan beberapa regulasi
yang mendorong percepatan
realisasi APBD di daerah agar
penanganan pandemi Covid-19 dan
pemulihan ekonomi dapat berjalan
lebih cepat.
• Namun, hingga Juli 2021, realisasi
belanja APBD di seluruh pemda
baru sebesar 33,08%, lebih rendah
dari capaian belanja daerah pada
periode yang sama tahun 2020.
• Beberapa faktor yang mendorong
rendahnya realisasi belanja APBD
di daerah diantaranya terkait pola
pengelolaan belanja daerah,
integrasi sistem SIPD yang belum
optimal, hingga permasalahan
teknis terkait aspek regulasi di
daerah.
Penulis: Ratna Christianingrum, S.Si., M.Si.
Abstrak:
• Pada TA 2020, Komnas HAM telah
mengadakan 6 kali revisi DIPA dari
DIPA awal, pagu awal sebesar
Rp104.058.932.000 menjadi
sebesar Rp105.534.794.000.
• PNBP Komnas HAM mengalami
penurunan dari 2018-2020
disebabkan adanya peningkatan
kedisiplinan pengelola keuangan
untuk mengembalikan sisa belanja
secepat mungkin sebelum tahun
anggaran berakhir, penurunan
pendapatan jasa giro, serta
peningkatan kedisiplinan pengelola
keuangan dalam melaksanakan
anggaran yang mengakibatkan
menurunnya penerimaan kembali
belanja barang TAYL.
• Realisasi Belanja TA 2019
meningkat sebesar 15,38 persen
sedangkan pada TA 2020 menurun
sebesar -1,61 persen.
• Penurunan Belanja pada TA 2020
disebabkan karena pandemi Covid19 yang menyebabkan kegiatan
menjadi terhambat.
• Sepanjang TA 2020, Komnas HAM
mengalokasikan belanja barang
dan belanja modal untuk
penanganan pandemi Covid-19
masing-masing sebesar Rp
3.017.926.000 dan Rp183.342.000.

Penulis: Dwi Resti Pratiwi, S.T., MPM.
Abstrak:
• Pemerintah berencana mengenakan tarif
cukai pada produk plastik sebagaimana
tercantum dalam RAPBN 2022 dan
merupakan bagian dari upaya perluasan
basis pajak, sehingga dapat mendukung
optimalisasi penerimaan negara.
• Hasil penelitian menunjukkan kenaikan
1% harga kantong plastik akan
menurunkan permintaan sebesar 0,96%
dan pengenaan tarif cukai 20%
berpotensi meningkatkan penerimaan
cukai hingga Rp1,6 triliun.
• Di sisi lain, ekstensifikasi cukai pada
produk plastik akan berdampak pada
dunia usaha, khususnya sektor makanan
dan minuman, serta industri plastik
padat karya.
• Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan
Plastik (Inaplas) menyebutkan bahwa
rencana penerapan cukai produk plastik
berpotensi menghambat investasi hingga
USD5 miliar atau setara Rp69 triliun.
• Pemerintah perlu menyelesaikan
pembahasan mengenai pengenaan cukai
atas produk plastik tersebut bersama
DPR, baik detail produk plastik yang
menjadi objek cukai, roadmap,
mekanisme pungutan, dan mengkaji
besaran tarifnya.
• Selain pengenaan tarif cukai, pemerintah
perlu menjalankan bentuk pengendalian
pengelolaan sampah dari dua sisi, yaitu
pengelolaan dan pemilahan sampah di
hilir serta pengedukasian masyarakat.
Penulis:
Abstrak:
• DPP Bangka Belitung merupakan
salah satu dari 10 destinasi prioritas.
Penetapan 10 destinasi prioritas
merupakan amanat presiden Joko
Widodo, melalui surat Sekretariat
Kabinet Nomor B652/Seskab
/Maritim/2015 tanggal 6 November
2015 perihal arahan Presiden RI
mengenai Pariwisata dan Arahan
Presiden pada Sidang Kabinet pada 4
Januari 2016.
• Berdasaarkan RPJMN tahun 2020 -
2024, pengembangan destinasi
pariwisata prioritas menjadi salah
satu major project pemerintah
sampai dengan tahun 2024.
• Berdasarkan data Pendapatan Asli
Daerah 7 kabupaten/kota di Provinsi
Bangka Belitung, pendapatan pajak
sektor pariwisata meningkat selama
sebelum pandemi, akan tetapi
mengalami kontraksi akibat pandemi
Covid-19 yang masih melanda
Indonesia.
• Pemerintah perlu mangkaji lebih
dalam tentang isu kebencanaan dan
lingkungan hidup, mengingat
Provinsi Bangka Belitung adalah
bekas daerah pertambangan

Penulis: ROSALINA TINEKE KUSUMAWARDHANI, S.E., M.M.
Abstrak:
• Potensi HHBK saat ini sebesar 66
juta ton. Namum, pengembangan
dan pemanfaatannya belum
dilakukan secara maksimal.
• Produksi HHBK tahun 2020
sebesar baru 558 ribu ton dengan
PNBP sebesar Rp4,2 miliar.
• Hal-hal yang perlu mendapat
perhatian untuk pengembangan
HHBK:
➢ Perlunya penguatan
kelembagaan dan peningkatan
kapasitas masyarakat dalam
pengelolaan, pemanenan, dan
perlakuan pascapanen,
sehingga masyarakat
memperoleh hasil jumlah dan
kualitas yang memuaskan.
➢ Pentingnya dilakukan
penyusunan data dasar tentang
HHBK terkait dengan potensi,
luasan, ragam HHBK, nilai
produk, sebaran dan
pemasarannya.
➢ Perlu mengatur program
pengembangan HHBK melalui
agroforestry, baik di dalam
maupun di luar Kawasan hutan
➢ Pentingnya roadmap
menyangkut pengembangan
HHBK
Penulis: Robby Alexander Sirait, S.E., M.E., C.L.D
Abstrak:
• Pada 2020, kinerja sektor
penerbangan terkontraksi hingga
negatif 53,01 persen (yoy). Hingga
Semester I-2021, juga masih
terkontraksi negatif 17,24 persen
(yoy).
• Terbatasnya likuiditas, beratnya
beban operasional, dan tekanan
beban utang bagi sektor penerbangan
masih akan menjadi tantangan dan
masalah terbesar hingga 2023. Oleh
karena itu dibutuhkan dukungan
pemerintah, antara lain:
a) Memastikan dan mempercepat
proses vaksinasi guna menuju
domestic herd immunity.
b) Mempercepat pemberian subsidi
PSC dan biaya kalibrasi pada
2021.
c) Perlunya afirmative policy
lainnya, seperti insentif
perpajakan (khususnya pajak
penghasilan dan pajak bahan
bakar), insentif penurunan tarif
pelayanan jasa kebandarudaraan,
dan fleksibilitas pembayaran
biaya yang harus dibayarkan
kepada sejumlah BUMN.
Penulis:
Abstrak:
• Transfumi adalah program
Kementerian Koperasi dan UKM
berkolaborasi dengan berbagai
stakeholders salah satunya
melalui sinergi dengan Mercy
Corps Indonesia untuk
melakukan transformasi usaha
mikro dari informal ke formal
bagi usaha mikro (UMik).
• Indikator utama trasfumi di
tahun 2021 adalah terbitnya
Nomor Induk Berusaha (NIB)
bagi UMik yang kemudian akan
berlaku sebagai identitas dan
legalitas usahanya.
• BKPM mencatat jumlah
pengajuan NIB melalui sistem
OSS tahun 2020 lalu mencapai
1.519.551 NIB. Apabila dilihat
dari sisi usaha mikro sebanyak
63.955.369 dan Unit Usaha Kecil
sebanyak 193.959 Unit, ternyata
baru 1,9 persen dari total usaha
mikro dan kecil yang memiliki
NIB.

Penulis: MUTIARA SHINTA ANDINI, S.E., M.E.K.K.
Abstrak:
❖ Kemenkeu sudah menganggarkan dana
untuk menanggulangi bencana alam
dalam APBN, namun anggaran tersebut
tidak cukup untuk menutup kerugian
ekonomi akibat bencana alam dengan
kesenjangan pembiayaan sekitar 78
persen setiap tahunnya.
❖ Menjawab tantangan pembiayaan
anggaran penanggulangan bencana
tersebut, Presiden meresmikan payung
hukum pembentukan dana bersama
penanggulangan bencana melalui
Peraturan Presiden (Perpres) 75/2021
tentang Dana Bersama Penanggulangan
Bencana pada 13 Agustus 2021 lalu.
❖ Melalui beleid tersebut dijelaskan
batasan-batasan definisi ketentuan
umum perihal dana bersama
penanggulangan bencana, mulai dari
pengelolaan, pengumpulan,
pengembangan, penyaluran, biaya
operasioanl hingga ketentuan
akutabilitas yang ditetapkan oleh
pemerintah.
❖ Pembentukan dana bersama ini
diharapkan dapat berjalan untuk
menjawab tantangan pembiayaan
penanggulangan bencana bukan
sebaliknya, terlebih dengan adanya
beban biaya operasional unit pengelola
sehingga sangat membutuhkan akurasi
tata kelola dana yang tinggi.
Penulis: Marihot Nasution, S.E., M.Si.
Abstrak:
• Sejak tahun 2020, anggaran
Kemenkes meningkat signifikan
disebabkan adanya pandemi Covid19, anggaran ini digunakan untuk
melaksanakan beberapa kegiatan
di bidang kesehatan salah satunya
reformasi sistem Kesehatan dan
penanganan pandemi Covid-19.
• Anggaran Kemenkes tahun 2022
meningkat, sebagian besar
anggaran tersebut akan digunakan
untuk program pelayanan
kesehatan dan JKN.
• Tahun 2022 pemerintah
melaksanakan berbagai langkah
penanganan Covid-19 seperti
program vaksinasi, penerapan
protokol kesehatan, dan PPKM.
• Anggaran untuk memulihkan
kesehatan dan perekonomian
nasional tidaklah sedikit,
pemerintah perlu memperkuat
instrumen APBN untuk merespon
dampak negatif Covid-19, tanpa
mengesampingkan pengendalian
pandemi Covid-19 termasuk
percepatan pelaksanaan vaksinasi.
Penulis: SAVITRI WULANDARI, S.E.
Abstrak:
• Alokasi anggaran yang besar pada
sektor pendidikan diharapkan
mampu meningkatkan kualitas
sumber daya manusia. Namun,
alokasi anggaran tersebut belum
menunjukkan kinerja maksimal.
• Selama periode 2017-2019,
pemerintah telah memanfaatkan
anggaran pendidikan untuk
melaksanakan beberapa
kebijakan dalam mengatasi
tantangan dan permasalahan di
bidang pendidikan,
• Pada tahun anggaran 2022, arah
kebijakan anggaran pendidikan
akan melanjutkan pelaksanaan
reformasi pendidikan dan
merespon dinamika
pembangunan di bidang
pendidikan.
• Alokasi anggaran pada RAPBN
tahun 2022 sebesar Rp541,7
triliun. Jumlah tersebut
dialokasikan melalui Belanja
Pemerintah Pusat, TKDD, dan
investasi pemerintah.

Penulis: Ade Nurul Aida, S.E., M.E.
Abstrak:
• Peningkatan lalu lintas internet
telah menarik pelaku-pelaku
kriminal siber dan berakibat pada
banyaknya kasus ancaman siber.
• Sepanjang tahun 2020, Indonesia
mengalami serangan siber
mencapai angka 495,3 juta atau
meningkat 41% dari tahun
sebelumnya 2019 yang sebesar
290,3 juta (BSSN, 2021).
• Pada tahun 2017 insiden
keamanan siber di Indonesia
menyebabkan kerugian ekonomi
sekitar USD34,2 miliar atau
Rp478,8 triliun (setara dengan
3,7% dari total GDP Indonesia
sebesar USD932 miliar).
• Penguatan keamanan siber
menjadi suatu kewajiban
prioritas bagi negara dan semua
instansi didalamnya sebagai
bagian dalam mewujudkan
keamanan nasional, dimana
tingkat urgensi keamanan siber
berbanding lurus dengan tingkat
ketergantungan pemanfaatan di
ruang siber tersebut.
Penulis: Rendy Alvaro, S.Sos., M.E.
Abstrak:
• Kewajiban Pemerintah dan
Pemerintah daerah untuk mampu
menyediakan pelayanan secara
optimal dengan ukuran kelayakan
minimal kepada masyarakat.
• SPM merupakan ketentuan
mengenai Jenis dan Mutu
Pelayanan Dasar yang merupakan
Urusan pemerintah Wajib yang
berhak diperoleh setiap warga
negara secara minimal.
• DAK difokuskan dalam mendanai
urusan daerah yang menjadi
prioritas nasional dalam rangka
mendorong pencapaian Standar
Pelayanan Minimum (SPM).
• Pada Tahun 2019 capaian SPM
pada level provinsi tertinggi dan
Kabupaten/Kota tertinggi adalah
pada bidang Kesehatan.
• Pada tahun 2020 capaian SPM
provinsi tertinggi yaitu kesehatan,
sedangkan pada level
kabupaten/kota, capaian SPM
tertinggi ada pada pendidikan.
• Kemendagri harus terus melakukan
asistensi/ supervisi ke pemerintah
daerah secara kontinu, melakukan
sosialisasi kebijakan penerapan
SPM dan juga memantau
implementasi penerapan SPM.
Penulis:
Ratna Christianingrum, S.Si., M.Si.
Abstrak:
• Perkembangan PNBP Kepolisian RI
selama 11 tahun terakhir
cenderung mengalami peningkatan.
• Peningkatan ini merupakan
dampak reformasi birokrasi di
tubuh Kepolisian.
• Proporsi PNBP Kepolisian terhadap
PNBP Nasional juga meningkat dari
1,46% (2016) menjadi 3,07%
(2017).
• Namun setelah tahun 2017, kinerja
PNBP Kepolisian RI mengalami
penurunan.
• PNBP Kepolisian ditopang oleh
Pendapatan yang berasal dari
kendaraan bermotor mencapai
lebih dari 90% PNBP.
• Apabila dilihat perkembangan
jumlah kendaraan bermotor di
Indonesia yang mengalami tren
meningkat, maka seharusnya
realisasi PNBP Kepolisian
mengalami peningkatan sejak
tahun 2017.
• Namun pada kenyataannya, justru
penerimaan PNBP Kepolisian
mengalami penurunan.
• Kepolisian perlu memberikan
stimulus untuk mendorong
kesadaran masyarakat untuk tertib
administrasi
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635