

Penulis: Dwi Resti Pratiwi, S.T., MPM.
Abstrak:
• Salah satu perusahaan properti kedua
terbesar di Tiongkok, Evergrande,
diberitakan mengalami krisis keuangan
dan Amerika Serikat (AS) juga
menghadapi risiko kegagalan membayar
utang.
• Terkait hal tersebut, Indonesia perlu
mewaspadai dampak rambatan dari
kedua kondisi ekonomi terbesar dunia
terhadap pemulihan ekonomi domestik.
Hal ini disebabkan kedua negara tersebut
memiliki hubungan ekonomi yang erat
dengan Indonesia.
• Efek krisis Evergrande dapat berdampak
bagi Indonesia melalui sektor riil. Situasi
ekonomi Tiongkok dapat berpengaruh
terhadap kinerja ekspor Indonesia.
• Jika risiko kegagalan membayar utang AS
dan penutupan pemerintahan terjadi,
maka pemeritahan AS akan mengurangi
belanja publik serta pembayaran dan
tunjangan pegawai AS. Sehingga hal
tersebut akan berdampak pada
pelemahan konsumsi rumah tangga AS
dan melemahkan permintaan barang
impor dari negara mitra dagang,
termasuk Indonesia.
• Pemerintah harus berupaya menjaga
sektor-sektor produksi agar tidak
mengalami tekanan terlalu dalam,
sehingga dapat mendorong pemulihan
dari sisi permintaan global. Sektor
produksi yang tidak mengalami kendala
tentunya akan mendukung peningkatan
kinerja investasi.
Penulis:
Abstrak:
• Pembangunan JTTS tertuang dalam PP
No. 100 Tahun 2014 yang kemudian
diubah dengan PP No. 117 Tahun 2015.
• JTTS hingga saat ini telah beroperasi
sepanjang 653 km, yang terdiri dari
sembilan ruas tol yaitu BakauheniTerbanggi Besar sepanjang 140 km,
Terbanggi Besar-Kayu Agung
sepanjang 189 km, Kayu AgungPalembang-Betung sepanjang 38 km,
Belawan-Medan-Tanjung Morawa 43
km, Medan-Binjai sepanjang 13 km,
Medan-Binjai sepanjang 13 km, MedanKualanamu-Tebing Tinggi sepanjang
62 km, Palembang-Indralaya sepanjang
22 km, Sigli-Banda Aceh Seksi 4
Sepanjang 14 km, Pekanbaru-Dumai
sepanjang 132 km.
• Terdapat beberapa poin evaluasi yang
harus menjadi perhatian, yaitu mulai
dari tanggung jawab pemerintah
terkait pembebesan lahan di mana
lahan tersebut digunakan sebagai
tempat mata pencaharian utama
masyarakat, menurunnya pendapatan
usaha di sekitaran jalan lintas Sumatera
yang sebelumnya menjadi jalan utama,
serta ruas jalan tol yang bergelombang
hingga berlubang.

Penulis:
Abstrak:
• Harga jagung dalam negeri di
pasaran mencapai Rp6.000 per kg
atau mengalami kenaikan 33,33
persen dari harga acuan pembelian
(HAP),
• Berdasarkan data, stok jagung
pada minggu ke empat September
2021 mencapai 2,75 juta ton.
Artinya, harga jagung di pasar yang
melonjak bukanlah karena
kekurangan pasokan.
• Faktor-faktor yang menyebabkan
harga jagung naik :
➢ Kondisi produksi di beberapa
daerah tidak merata dan musim
panen jagung di Indonesia tidak
merata.
➢ Gudang (storage)
penampungan yang ada belum
memadai dan merata di seluruh
daerah.
➢ Rantai distribusi yang masih
panjang dan distribusi tidak
merata.
➢ Adanya ketimpangan antara
peternak rakyat dengan
perusahaan pakan ternak besar.
➢ Pabrik pakan besar dan
pengepul menyimpan jagung
dalam jumlah besar
Penulis: Robby Alexander Sirait, S.E., M.E., C.L.D
Abstrak:
▪ Berdasarkan UU tentang Jalan dan PP
tentang Jalan Tol, jalan tol yang masa
konsesinya berakhir dapat ditetapkan
menjadi jalan umum tanpa tol atau tetap
difungsikan sebagai jalan tol.
▪ Apabila ditetapkan menjadi jalan umum,
maka akan berimplikasi pada
bertambahnya beban fiskal dalam APBN di
tengah besarnya mandatory spending yang
diprediksi mencapai 81,9 persen terhadap
total belanja negara di tahun 2025. Oleh
karena itu, jalan tol yang masa konsesinya
telah habis sebaiknya tetap difungsikan
sebagai jalan tol dan tetap dikenaikan tarif
sesuai dengan pengaturan dalam UU
tentang Jalan. Namun, tarifnya akan lebih
murah karena sudah tidak lagi didasarkan
pada pemenuhan pengembalian investasi.
▪ Pengusahaan jalan tol pasca masa
konsensinya sebaiknya dilakukan melalui
pembentukan BLU Khusus guna
memastikan penetapan tarif memang
hanya didasarkan kebutuhan biaya
pemeliharaan dan pengembangan, serta
memudahkan pengawasan oleh Komisi V
DPR RI. Oleh karena itu, perlu adanya
pengaturan bahwa pengusahaan jalan tol
dapat dilakukan oleh BLU dimaksud
dalam proses pembahasan RUU tentang
Jalan di Komisi V DPR RI
Penulis:
Abstrak:
• SDM yang berkualitas dan memiliki
daya saing global menjadi salah
satu penentu kesuksesan UMKM.
• Pemerintah telah melakukan
beberapa program kebijakan dalam
pengembangan kapasitas SDM
diantaranya pelatihan teknis,
manajemen usaha, teknik
pemasaran, bantuan modal atau
akses terhadap pinjaman, bantuan
peralatan, dan berbagai kegiatan
pendampingan lainnya.
• Program yang telah dijalankan
pemerintah dalam pengembangan
kapasitas SDM UMKM masih
dihadapkan beberapa
permasalahan diantaranya,
pelatihan mandiri yang tidak
terhubung dengan ekosistem
digital, ketidaktahuan dan
ketidakmampuan SDM dalam
mengakses pembiayaan
pemerintah.

Penulis: Ade Nurul Aida, S.E., M.E.
Abstrak:
• Dalam melindungi dan
meminimalisir ruang siber dari
ancaman siber, maka diperlukan
keamanan siber agar ruang
siber dapat tetap berjalan.
• Data GCI 2020 menunjukkan
posisi keamanan siber
Indonesia berada pada
peringkat 24 jauh berada
dibawah Singapura maupun
Malaysia yang berada pada
posisi 4 dan 5.
• Berdasarkan data A.T. Kearney
(2018) sektor khusus keamanan
siber Indonesia masih sangat
kurang bahkan masih belum
hadir.
• Laporan NCSI menyebutkan
regulasi perundang-undangan
di Indonesia masih lemah.
• Dukungan belanja keamanan
siber Indonesia masih relatif
kecil. Berdasarkan data A.T
Kearney (2018) menunjukkan,
bahwa pada tahun 2017
anggaran belanja keamanan
siber Indonesia hanya mencapai
USD1.829 juta atau setara
dengan 0,02 persen dari GDP.
Penulis: Rendy Alvaro, S.Sos., M.E.
Abstrak:
• ANRI sebagai regulator yang
mempunyai tugas merumuskan
dan menetapkan norma,
standar, pedoman dan kriteria
penyelenggaraan kearsipan
secara nasional
• Realisasi Pendapatan ANRI
tahun 2020 dibandingkan
dengan tahun 2019 secara
keseluruhan terdapat
penurunan sebesar -1,01 persen
• Realisasi Belanja pegawai ANRI
pada tahun 2020 bila
dibandingkan dengan tahun
2019 secara keseluruhan
mengalami penurunan sebesar -
14,77% atau Rp7,79 miliar
• Realisasi Belanja barang ANRI
pada tahun 2020 jika
dibandingkan dengan tahun
2019 mengalami penurunan
sebesar -46,19% atau sebesar
Rp49,85 miliar.
• Realisasi Belanja modal ANRI
pada tahun 2020 jika
dibandingkan dengan tahun
2019 mengalami penurunan
yang cukup besar yaitu sebesar
-95,23% atau sebesar Rp96,52
miliar.
Penulis: Ratna Christianingrum, S.Si., M.Si.
Abstrak:
• Dampak pandemi Covid-19
mengakibatkan tingginya angka
kemiskinan secara nasional.
• Program Pemulihan Ekonomi
Nasional bertujuan untuk
melindungi, mempertahankan, dan
meningkatkan kemampuan
ekonomi para pelaku usaha dalam
menjalankan usahanya selama
pandemi Covid-19.
• Keberhasilan program PEN
bergantung pada kondisi ketertiban
dan keamanan.
• Realisasi anggaran fungsi
ketertiban dan keamanan tumbuh
rata-rata sebesar 4,3 persen per
tahun.
• Salah satu lembaga yang
melaksanakan fungsi ketertiban
dan keamanan adalah Kepolisian.
• Kinerja Kepolisian sebagai salah
satu lembaga yang menjalankan
fungsi ketertiban dan keamanan
menunjukkan hasil yang
menggembirakan berkaca dari dua
indeks: GPI dan STI.
• Berdasarkan penjelasan tersebut,
skor GPI dan STI Indonesia masih
menunjukkan posisi dalam
jajaran negara damai di dunia
pada tahun 2021 di tengah kondisi
pandemi Covid-19.

Penulis:
DAMIA LIANA, S.E.
Abstrak:
• Bank Indonesia terus mengupayakan
penggunaan mata uang lokal yang lebih
luas dalam penyelesaian transaksi
bilateral/LCS dengan negara mitra dagang.
Dengan begitu, maka dapat mengurangi
ketergantungan penggunaan mata uang
tertentu di pasar keuangan domestik,
sehingga dapat mengurangi risiko
kerentanan eksternal terhadap nilai tukar
rupiah.
• Kerjasama LCS dengan 3 negara mitra
dagang, yaitu Malaysia, Thailand, dan
Jepang menunjukkan tren peningkatan
positif per tahunnya dan telah mencapai
USD1,2 miliar per Juli 2021 dengan rata-
rata USD177 juta/bulan.
• Kesepakatan LCS masih menghadapi
sejumlah kendala dan tantangan. Manfaat
stabilisasi nilai tukar masih belum cukup
signifikan disebabkan masih terbatas di 4
negara, dimana sebagian besar ekspotir
masih menggunakan barang impor dari
negara lain yang masih membutuhkan
dolar AS.
• Selain itu, penggunaan mata uang rupiah
berisiko memiliki daya tarik lebih kecil
karena ekspor Indonesia sampai tahun
2020 masih didominasi oleh komoditas (69
persen) dibandingkan dengan produk
manufaktur (31 persen).
• Perlu penguatan LCS bersama negara mitra
agar cakupan transaksi lebih luas dan
peningkatan ekspor produk manufaktur
agar Indonesia memiliki peran besar dalam
perdagangan dunia
Penulis:
Abstrak:
• DPR RI baru-baru ini mengusulkan
kepada pemerintah untuk lebih
melindungi dan memperkuat
industri baja nasional melalui
kebijakan pengetatan impor, yang
bertujuan agar industri dalam negeri
dapat meningkatkan kinerjanya.
• Industri baja dalam negeri
cenderung menyambut optimis
penerapan kebijakan ini, namun
terdapat beberapa masalah yang
perlu menjadi perhatian pemerintah.
Pertama, kekhawatiran industri hilir
dalam mendapat produk baja yang
lebih murah dan dengan kualitas
yang lebih baik. Kedua, produksi baja
dalam negeri hingga saat ini belum
mampu untuk memenuhi konsumsi
dalam negeri.
• Dengan demikian, pemerintah perlu
lebih aktif dalam menginisiasi trade
remedies, untuk menciptakan iklim
industri agar berada di level playing
field yang sama. Kedua, mendorong
tingkat utilisasi ke level optimal
dalam memenuhi permintaan dalam
negeri.

Penulis: ROSALINA TINEKE KUSUMAWARDHANI, S.E., M.M.
Abstrak:
• Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton
sampah pada 2020 dan akan terus
bertambah seiring pertumbuhan
jumlah penduduk.
• Pemerintah telah menargetkan 30
persen pengurangan sampah dan 70
persen penanganan sampah pada
2025.
• Dalam mendukung pembenahan tata
kelola sampah rumah tangga
nasional, ada beberapa hal yang
menjadi perhatian bagi pemerintah,
Pertama, KLHK mendorong
pemerintah daerah untuk
memperbaiki pengelolaan sampah
rumah tangga di daerah sesuai
kewenangannya. Kedua, pemerintah
daerah perlu menyusun dokumen
rencana induk dan studi kelayakan
pengelolaan sampah rumah tangga
dan sampah sejenis sampah rumah
tangga, yang akan ditetapkan untuk
jangka waktu paling sedikit 10
(sepuluh) tahun. Ketiga, pemerintah
daerah perlu melibatkan peran serta
masyarakat dalam pengelolaan
sampah rumah tangga dengan cara
memaksimalkan daur ulang sampah
melalui Bank Sampah. Keempat,
perlunya keterlibatan sektor swasta
untuk peningkatan daur ulang.
Penulis:
Abstrak:
• Kemacetan di perkotaan di Indonesia
telah menyebabkan kerugian
ekonomi, penurunan manfaat
urbanisasi serta peningkatan polusi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut,
dikembangkan transportasi massal
berbasis jalan yang dilakukan
melalui integrasi transportasi
antarmoda.
• Tantangan pengembangan integrasi
transportasi perkotaan diantaranya
belum adanya rencana induk
transportasi massal yang terintegrasi
dan berkelanjutan, kurangnya
koordinasi antara stakeholders yang
terkait, kurang tersedianya fasilitas
perpindahan antarmoda, serta
implementasi regulasi lalu lintas
yang belum sepenuhnya dilakukan.
• Rekomendasi yang perlu dilakukan
yaitu membuat roadmap
pengembangan sistem angkutan
massal yang terintegrasi antarmoda
dan terpadu, dan pemerintah pusat
perlu memastikan pemerintah
daerah untuk melakukan langkah
seperti membentuk kelembagaan,
pengembangan fasilitas integrasi
antarmoda, dan meningkatkan
implementasi regulasi lalu lintas.
Penulis: ERVITA LULUK ZAHARA, S.E., M.E.
Abstrak:
• Keterbatasan teknologi yang dihadapi
UMKM dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, seperti keterbatasan
modal investasi untuk membeli mesinmesin baru, keterbatasan informasi
mengenai perkembangan teknologi,
dan permasalahan kapasitas sumber
daya manusia (SDM).
• Untuk mengatasi kendala teknologi
produksi UMKM, seharusnya bentuk
kerja sama Kementerian Koperasi dan
UKM dengan BRIN dapat tertuang
dalam program pembentukan rumah
produksi bersama sehingga dapat
mempercepat rencana pemerintah.
• Diperlukan pendampingan yang masif
untuk pelaku UMKM terkait produksi
dan teknologi.
• Komisi VI dapat meminta Kementerian
Koperasi dan UKM untuk melakukan
koordinasi dengan K/L terkait lainnya
diantaranya BRIN (termasuk LIPI yang
saat ini diintegrasikan dengan BRIN),
Kementerian Perindustrian, Bappenas,
dan K/L terkait lainnya untuk
melakukan harmonisasi dan
sinkronisasi program untuk
pengembangan teknologi produksi
UMKM.
Penulis: DEASY DWI RAMIAYU, S.E.
Abstrak:
• Dalam RAPBN 2022, PNBP minerba
ditargetkan sebesar Rp28,01 triliun
dan PNBP panas bumi sebesar
Rp1,55 triliun.
• Kebijakan teknis untuk PNBP
minerba antara lain melalui
penguatan pengawasan penerimaan
negara, peningkatan koordinasi
antar instansi, dan peningkatan
penyuluhan dan kepatuhan. Adapun
untuk PNBP panas bumi antara lain
penyempurnaan regulasi, penguatan
tata kelola, peningkatan upaya
efisiensi, dan penguatan data dan
informasi.
• Optimalisasi PNBP SDA sektor
minerba dan panas bumi dapat
dilakukan dengan peningkatan
kinerja sektor minerba dan panas
bumi sesuai dengan potensinya,
mempercepat regulasi,,
memperbaiki tata kelola dan sistem
pengawasan PNBP, dan mendorong
komitmen dari seluruh stakeholder
dalam pelaksanaan kebijakan teknis
sesuai dengan perencanaannya.
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635