

Penulis: Dahiri, S.Si., M.Sc., C.L.D
Abstrak:
• Selama kurun waktu 2010-2020,
produksi kopi Indonesia mengalami
peningkatan. Namun, peningkatan
tersebut tidak berbanding lurus
dengan kinerja ekspornya yang
mengalami penurunan dalam kurun
waktu yang sama. Hal ini disebabkan
oleh:
a) Tidak match antara produksi kopi
Indonesia dengan permintaan
pasar dunia. Produksi kopi
Indonesia didominasi oleh kopi
robusta. Sedangkan permintaan
dunia didominasi permintaan
atas kopi arabika.
b) Masih rendahnya kualitas mutu
kopi Indonesia.
• Guna mengatasi faktor penyebab
penurunan ekspor kopi tersebut,
pemerintah perlu melakukan:
a) Pemberian bantuan bibit varietas
unggul kopi arabika dan sistem
agroforestry.
b) Upaya peningkatan mutu kopi
robusta dengan pelatihan dan
pendampingan.
Penulis: Robby Alexander Sirait, S.E., M.E., C.L.D
Abstrak:
• Pemerintah menargetkan 90 persen rumah
tangga memiliki sanitasi layak dan aman di
2024.
• Dalam memenuhi target tersebut, terdapat
tantangan yang harus di jawab pemerintah,
antara lain adalah keterbatasan anggaran
yang dimiliki pemerintah pusat, rendahnya
komitmen pemerintah daerah, dan
rendahnya perilaku hidup sehat
masyarakat.
• Guna menjawab tantangan tersebut
terdapat beberapa kebijakan yang dapat
dilakukan pemerintah:
a) Meningkatkan kerja sama
pembangunan sistem sistem
penyediaan sanitasi layak dan aman
dengan non-governmental
organization (NGO) dan pihak swasta.
b) Perlu mempertimbangkan adanya
pengaturan dari Kementerian
Keuangan terkait kewajiban
pemerintah daerah untuk
mengalokasikan anggaran untuk
sanitasi dari APBD sebagai syarat
pencairan dana transfer ke daerah.
c) Pembangunan sistem penyediaan
sanitasi layak dan aman secara fisik
tidak boleh parsial, namun harus
dibarengi dengan upaya masih
mengubah perilaku hidup sehat
masyarakat.
Penulis: Adhi Prasetyo Satriyo Wibowo, S.M, M.A.P., C.L.D
Abstrak:
• Pelaku ekspor Indonesia sejauh ini
didominasi oleh para UMKM.
Meskipun mendominasi, nilai
penjualannya tidak lebih dari 5
persen terhadap total ekspor.
Padahal Indonesia memiliki 12
perjanjian FTA yang telah berlaku.
• Beberapa strategi yang dapat
dilakukan oleh pemerintah guna
mengoptimalkan ekspor UMKM
melalui FTA antara lain: Pertama,
pemerintah bersama dengan
pelaku usaha melakukan analisis
daya saing dan mengukur tingkat
produktivitas produk UMKM yang
berorientasi ekspor. Kedua,
konsultasi PPC perlu dilakukan
secara konsisten, berkelanjutan
dan sistematis baik sebelum,
selama dan sesudah perundingan
FTA. Ketiga, melakukan kerja sama
dengan pemerintah negara mitra
FTA dalam hal harmonisasi regulasi
teknis, standar serta menangani
hambatan non tarif yang dialami
oleh pelaku usaha. Keempat,
menggenjot promosi dan sosialisasi
FTA ke kalangan pelaku usaha
berbasis ekspor.
Penulis: Dr.Tr. Rastri Paramita, S.E., M.M.
Abstrak:
Tantangan dalam memperbaiki tata
niaga timah Indonesia saat ini,
diantaranya: maraknya tambang timah
ilegal, rendahnya law enforcement regulasi
timah, dan belum berkembanganya
hilirisasi industri timah.
Rekomendasi atas tantangan yang
masih dihadapi industri timah Indonesia,
antara lain: pertama, pemerintah daerah
berupaya membantu dengan menerbitkan
Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di
Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR),
sosialisasi kepada masyarakat untuk
melakukan penambangan yang benar dan
sesuai peraturan perundang-undangan;
dan mendorong masyarakat untuk bekerja
sama dengan pemilik IUP. Kedua,
dibutuhkan strategi pentaheliks untuk
mensosialisasikan serta mengedukasi
tentang regulasi pengelolaan
pertambangan timah sesuai asas
pelayanan publik dan tata pemerintahan
yang baik. Ketiga, menyusun regulasi,
membangun iklim investasi hilirisasi
timah yang kondusif serta penggunaan
teknologi canggih.

Penulis: Dwi Resti Pratiwi, S.T., MPM.
DAMIA LIANA, S.E.
Abstrak:
• Salah satu ketentuan yang turut berlaku
setelah UU HPP resmi berlaku adalah
tentang pemberlakuan NIK sebagai
NPWP. Aturan ini akan memperkuat
reformasi administrasi perpajakan yang
sedang dijalankan oleh pemerintah
• Pemerintah akan mempersiapkan dan
membangun infrastruktur pendukung
integrasi NIK menjadi NPWP selama
setahun ke depan, dan diharapkan
aturan ini dapat berlaku efektif pada
tahun 2023.
• Beberapa negara telah terlebih dahulu
menerapkan Single Identity Number
(SIN) dalam layanan publik dan
perpajakan. Amerika Serikat misalnya,
data kependudukan yang terintegrasi
sudah diberlakukan di Amerika Serikat
dengan social security number.
• Tantangan dalam penerapan kebijakan
ini di antaranya adalah adanya potensi
peningkatan administrative cost,
lonjakan jumlah WP OP, dan potensi
kebocoran daya pribadi
• Beberapa hal yang perlu diperhatiakan
pemerintah, diantaranya Pembaruan
Sistem Inti Administrasi Perpajakan
(PSIAP) harus dipastikan dapat segera
beroperasi dengan baik, dan
peningkatan jumlah SDM dan sistem
informasi DJP. Serta, pengintegrasian
kedua data ini harus berjalan secara
aman, transparan, dan akuntabel
Penulis:
Abstrak:
• Per tanggal 12 November 2021,
realisasi anggaran Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN) tahun
2021 baru mencapai Rp483,91
triliun setara dengan 65 persen dari
pagu anggaran 744,77 triliun.
• Realisasi per klaster PEN sebagai
berikut, pertama, realisasi klaster
kesehatan sebesar Rp129,30 triliun
dari pagu Rp214,96 triliun atau 60,1
persen. Kedua, realisasi klaster
perlinsos sebesar Rp139,04 triliun
dari pagu Rp186,64 triliun atau 74,5
persen. Ketiga, realisasi klaster
program prioritas sebesar Rp74,39
triliun dari pagu Rp117,94 triliun
atau 63,1 persen. Keempat, realisasi
klaster dukungan UMKM dan
korporasi sebesar Rp78,73 triliun
dari pagu 162,40 triliun atau 48,5
persen. Kelima, realisasi klaster
insentif usaha sebesar Rp62,47
triliun dari pagu Rp62,83 triliun
atau 99,4 persen. (ekon.go.id)

Penulis:
SATRIO ARGA EFFENDI, S.E., M.E.
Abstrak:
Badan Keamanan Laut RI
merupakan salah satu Lembaga
Negara Non Kementerian yang
bertugas patroli keamanan dan
keselamatan di wilayah perairan
dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Anggaran belanja Bakamla
menunjukkan penurunan yang
sangat tajam pada 2022. Rata-rata
anggaran belanja Bakamla tumbuh
minus 10,08 persen per tahun.
Anggaran belanja Bakamla justru
didominasi oleh belanja modal dan
Barang yang mencapai 90 persen
dari total belanja selama periode
2017-2022.
Anggaran belanja untuk program
peningkatan keamanan dan
keselamatan di laut relatif masih
rendah (hanya 35 persen).
dibandingkan dengan belanja
dukungan manajemen (65 persen).
Target output prioritas menurun
tajam hanya menyisakan 20 dan 15
output saja masing-masing pada
2021 dan 2022 seiring dengan
menurunnya alokasi anggaran
Bakamla.
Penulis:
Rendy Alvaro, S.Sos., M.E.
Abstrak:
Pemerintah Melalui Kementerian
ATR/BPN telah melaksanakan
berbagai program baik represif
maupun preventif untuk
menyelesaikan permasalahan
konflik Agraria.
Namun, sepanjang 2020 masih
terjadi 241 kasus sengketa tanah.
Sepanjang tahun 2020 terjadi 17
kasus sengketa tanah yang
berkaitan dengan PSN.
Proses pengadaan tanah untuk
proyek pembangunan infrastruktur
dari tahun ke tahun kerap
menghadapi beberapa persoalan
yaitu proses yang tertutup,
intimidatif, manipulatif, hingga
penggunaan cara-cara kekerasan
masih sering digunakan dalam
menghadapi aspirasi atau protes
dari masyarakat terdampak.
Pemerintah dinilai perlu untuk
mendorong percepatan kegiatan-
kegiatan dalam Program
Penanganan Masalah Agraria dan
Tata Ruang
Penulis:
TIO RIYONO, S.E.
Abstrak:
Pemilu 2024 diwacanakan akan
dilaksanakan pada 21 Februari
2024 Pilpres dan Pileg serta 27
November 2024 untuk Pilkada.
Diperlukan mitigasi gangguan
keamanan menjelang pemilu 2024.
Penggunaan isu negatif yang
mengarah pada berita palsu selama
proses Pemilu, terutama untuk
menyerang kandidat, mengalami
peningkatan sejak Pilpres tahun
2014.
Media sosial menjadi salah satu
sarana penyebaran isu negatif.
Apabila dilihat anggaran
pengamanan POLRI untuk Pemilu
2019, di dalamnya belum terlihat
anggaran pelaksanaan patroli siber.
Pada masa pra-pemilu potensi
gangguan keamanan mungkin
terjadi pada saat proses
penyusunan daftar pemilih dan
pencalonan.
Guna meminimalisir gangguan
keamanan yang terjadi pada Pemilu
2024 maka POLRI perlu terus
meningkatkan upaya pre-emtif,
preventif dan penegakan hukum.

Penulis: Martha Carolina, SE.,Ak., M. Ak.
Abstrak:
• Pemerintah membatalkan
Pelaksanaan Ibadah Haji tahun
2021 dikarenakan beberapa
pertimbangan seperti kesehatan,
keselamatan dan keamanan
jamaah haji dapat terancam
karena adanya pandemi Covid
19.
• Dengan adanya pembatalan
pelaksanaan ibadah haji
menimbulkan adanya
penumpukan jamaah yang
terdaftar dan tambahan ongkos
naik haji.
• Pemerintah perlu melakukan
upaya agar pelaksanaan ibadah
haji tahun 2022 dapat terlaksana
meski di tengah pandemi Covid19 yaitu peningkatan vaksinasi,
koordinasi dengan pemerintah
Arab Saudi untuk penambahan
kuota ibadah haji, dan
memberikan subsidi ONH.
Penulis: Marihot Nasution, S.E., M.Si.
Abstrak:
• Sejak dikonfirmasi adanya Covid-19
tanggal 2 Maret 2020 di Indonesia,
menjadikan pemerintah membuat
kebijakan menerapkan PSBB dan
PPKM guna membatasi mobilitas
masyarakat, dan kebijakan ini
berdampak kepada sektor
pariwisata, dan perhotelan, serta
penerbangan.
• Penerapan PSBB dan PPKM serta
adanya syarat tes RT-PCR sebagai
syarat perjalanan telah
memunculkan pro kontra terkait
efektivitas hasil dari tes RT-PCR.
• Tes RT-PCR menjadi salah satu syarat
perjalanan yang dikeluhkan oleh
masyarakat karena di awal pandemi
Covid-19 harga tes RT-PCR ini
sangatlah mahal yang disebabkan
oleh alat tes perlu diimpor dan
tempat tes yang menggunakan paket
pemeriksaan (bundling).
• Saat ini harga tes RT-PCR semakin
murah disebabkan oleh reagen/alat
tes yang bervariasi. Hal ini
berpengaruh kepada minat
masyarakat untuk melakukan
perjalanan jarak jauh.
Penulis: SAVITRI WULANDARI, S.E.
Abstrak:
• Program ‘Kampus Merdeka’
merupakan program inovasi
Kemendikbudristek yang bertujuan
untuk membangun SDM, utamanya
ditujukan untuk mahasiswa seluruh
Indonesia.
• Program ini masih menjadi batu
sandungan bagi para mahasiswa yang
mendaftar adalah kurang matangnya
mekanisme konversi SKS.
• Selain masalah konversi SKS, kurang
maksimalnya sosialisasi pun menjadi
masalah yang menghambat para
calon pendaftar untuk dapat
mengikuti program ini.
• Agar Program Kampus Merdeka di
gelombang selanjutnya dapat
berjalan dengan lancar dan tepat
sasaran, diharapkan pemerintah
dapat lebih memaksimalkan
mekanisme konversi SKS dan
sosialisasi.
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635