

Penulis: Dwi Resti Pratiwi, S.T., MPM.
Abstrak:
• Reformasi perpajakan yang menjadi
agenda pemerintah tahun 2022
menyebabkan banyaknya perubahan
peraturan, sehingga berpotensi
meningkatnya perbedaan pemahaman
antara wajib pajak dan pemerintah dan
mengakibatkan meningkatnya potensi
sengketa pajak.
• Pada tahun 2020, terdapat 16.634 berkas
sengketa pajak atau naik 10,5%
dibandingkan tahun 2019. Dirjen Pajak
yang menjadi pihak tergugat dan
pengajuan banding masih mendominasi
berkas sengketa, mencapai 88,1%, naik
13,8% dari tahun sebelumnya, yaitu
dalam 14.660 berkas.
• Sementara itu, tingkat kepatuhan WP
meningkat, pada tahun 2019 sebesar
73% menjadi 77,63% di tahun 2020.
• Pemerintah perlu serius memperhatikan
peningkatan kasus sengketa pajak di
tengah kepatuhan wajib pajak yang
sudah meningkat. Dikhawatirkan
sengketa yang meningkat tersebut dapat
melunturkan kepercayaan WP dan
momentum ketaatan WP dapat menurun.
• Lunturnya kepercayaan WP dapat
bedampak ke hal lain, yakni tidak dapat
mengoptimalkan penerimaan pajak yang
berefek pada rendahnya pendapatan
negara serta tingkat investasi.
• Penerapan yurisprudensi diperlukan
terutama pada penyelesaian sengketa
peninjauan kembali
Penulis:
Abstrak:
• Sepanjang tahun 2021, meski
produksi minyak goreng dalam
negeri masih mampu memenuhi
kebutuhan konsumsi nasional,
namun harga minyak goreng secara
nasional senantiasa mengalami tren
kenaikan setiap bulannya.
• Persoalan ini disebabkan oleh
kenaikan bahan baku industri yaitu
CPO yang melonjak tajam di pasar
global sehingga biaya produksi
minyak goreng pun meningkat
menyesuaikan harga CPO. Persoalan
ini pun turut dipengaruhi dengan
menurunnya produksi CPO dalam
negeri.
• Untuk mengatasi persoalan
kenaikan harga komoditas minyak
goreng, maka terdapat beberapa
catatan yang perlu diperhatikan
pemerintah. Pertama,
mempertimbangkan untuk
menerapkan kebijakan Domestic
Market Obligation. Kedua,
merumuskan Harga Eceran
Tertinggi (HET) untuk
menyesuaikan HET yang berlaku
dengan kondisi saat ini.

Penulis: SATRIO ARGA EFFENDI, S.E., M.E.
Abstrak:
• Hingga saat ini, Indonesia masih
bersengketa dengan Vietnam
dan China berkaitan dengan
klaim hak berdaulat di perairan
laut Natuna Utara.
• Kontestasi klaim tersebut telah
berlangsung lama dan belum
menemukan titik terang. Tidak
ada negara yang mau
melepaskan perairan Laut
Natuna Utara yang memiliki
kekayaan melimpah
terkandung di dalamnya.
• Salah satu ladang gas alam di
Blok Natuna D-Alpha
menyimpan cadangan gas
dengan volume 222 triliun Kaki
Kubik, dan jika akan diambil
dan digunakan, cadangan gas
alam ini tidak akan habis untuk
30 tahun mendatang.
• Hingga saat ini, ada berbagai
macam konflik dan pelanggaran
teritorial yang terjadi di ZEE-I
laut Natuna utara. Beberapa
persoalan ditengarai sebagai
penyebab tingginya konflik di
perairan ini. Diantaranya yaitu:
(1) Tumpang tindih klaim
wilayah laut natuna; (2)
Banyaknya kapal asing masuk
perairan Indonesia; dan (3)
Peran Bakamla Belum Optimal.
Penulis: RIZA ADITYA SYAFRI, S. AK., M.E.
Abstrak:
• Kementerian Sekretariat Negara
(Kemensetneg) memiliki tugas
dan fungsi memberikan
dukungan teknis, administrasi,
serta analisis urusan
pemerintahan di bidang
kesekretariatan negara.
• Alokasi anggaran Kemensetneg
mengalami fluktuasi dari tahun
2017 – 2019.
• Rata-rata realisasi anggaran
Kemensetneg dalam 4 tahun
terakhir selalu di atas 92
persen, dengan proporsi
realisasi belanja barang
mencapai 70 persen dari total
realisasi belanja Kemensetneg.
• Kemensetneg menjadi 3 besar
K/L dengan total aset terbesar
pada tahun 2020. Total Aset
Kemensetneg tahun 2020
sebesar Rp635,45 triliun.
• Proporsi PNBP terhadap total
aset tetap yang dikelola
Kemensetneg masih sangat
kecil.
• Proporsi PNBP terbesar
Kemensetneg berasal dari BLU
yang dikelolanya, diantaranya
PPK GBK, dan PPK Kemayoran.
Penulis: TIO RIYONO, S.E.
Ratna Christianingrum, S.Si., M.Si.
Abstrak:
• Kemenangan Taliban di
Afghanistan berpotensi untuk
meningkatkan motivasi kelompok
ekstrimis untuk melakukan aksi
teror di Indonesia.
• Kelompok teroris di Indonesia
tidak secara langsung berkaitan
dengan Taliban, namun terdapat
beberapa senior Jemaah
Islamiyah yang merupakan
alumni Afghanistan.
• Kemenangan Taliban berpotensi
untuk menjadi saran propaganda
jaringan terorisme.
• Kemenangan ini berpotensi untuk
membangunkan sel tidur untuk
melakukan penyebaran ideologi
dan rekrutmen anggota baru.
• Kemenangan Taliban di
Afganistan memungkinkan
Afghanistan menjadi medan
latihan bagi jaringan teroris.
• Media sosial menjadi sarana
untuk penyebaran ideologi dan
rekrutmen.
• Pergeseran pola aksi terorisme
juga terjadi, dimana banyak
melibatkan perempuan.
• Faktor ekonomi masih sangat
dominan menjadi penyebab
munculnya dan maraknya aksi
teroris kelompok radikal yang
terjadi di Indonesia.

Penulis:
Abstrak:
• Neraca perdagangan rumput laut
selama 3 tahun terakhir
mengalami surplus dengan rata-
rata USD277,09 juta namun
surplusnya neraca perdagangan
didominasi ekspor raw material
rata-rata 93 persen, sedangkan
ekspor olahan hanya 6,4 persen.
• Tantangan pengembangan rumput
laut yaitu :
➢ Kualitas rumput laut tidak
seragam.
➢ Rendahnya produktivitas
budidaya rumput laut di
Indonesia.
➢ Rantai distribusi pasar yang
panjang.
• Hal-hal yang perlu dilakukan
pemerintah yaitu :
➢ Meningkatkan mutu kualitas
rumput laut dengan
standardisasi nasional.
➢ Meningkatkan teknologi dan
inovasi pengembangan bibit
rumput laut hasil kultur
jaringan dan meningkatkan
SDM dengan memberikan
pelatihan.
➢ Mendorong pembangunan
industri pengolahan di sentra
produksi rumput laut.
Penulis:
Abstrak:
• DAS yang sudah direvitalisasi
meliputi DAS Asahan, Cisadane,
Ciliwung dan Citarum. Dalam
RPJMN 2015-2019, pemerintah
memprioritaskan rehabilitasi
lahan kritis sebanyak 5,5 juta ha
dan 15 DAS prioritas dari 108 DAS
kritis untuk dipulihkan.
Sementara, dalam RPJMN 2020-
2024, rehabilitasi lahan kritis
sebanyak 150.000 Ha dengan
harapan pemulihan 4 DAS kritis.
Hal tersebut menunjukkan
adanya permasalahan yang masih
harus dihadapi, mengingat target
yang dicapai lebih sedikit, padahal
hingga kini jumlah DAS kritis yang
terus meningkat mencapai 17.076
DAS.
• Terdapat beberapa permasalahan
DAS, antara lain rendahnya
potensi sumber daya lahan
adanya implementasi aturan
kewenangan DAS yang belum
efektif, terhambatnya revitalisasi
karena adanya karakteristik DAS
yang berbeda, dan kurangnya
perencanaan DAS secara terpadu.
Penulis: Adhi Prasetyo Satriyo Wibowo, S.M, M.A.P., C.L.D
Abstrak:
• Kontribusi ekspor UMKM terhadap
terhadap total ekspor nonmigas baru
mencapai 15,65 persen. Kontradiksi
ini menyiratkan masih begitu
rendahnya akses pasar UMKM ke
pasar global.
• Agar dapat meningkatkan daya saing
ekspor UMKM terdapat beberapa
strategi yang dapat dilakukan,
diantaranya: Pertama, FTA Center
Kemendag mempublikasikan lebih
masif informasi produk potensial
ekspor kepada UMKM. Upaya
tersebut dibarengi dengan perbaikan
pada aspek produksi seperti bahan
baku, rantai produksi dan
standardisasi. Kedua,
mengoptimalkan layanan dan
fasilitasi kepada para pelaku UMKM
terkait akses produksi yang
dilakukan oleh PLUT maupun Rumah
Produksi Bersama agar mampu
menghasilkan produk yang
berkualitas dan berdaya saing.
Ketiga, bekerja sama dengan industri
agar dapat memberikan bantuan
peralatan yang sesuai dengan
kebutuhan pelaku UMKM.
Penulis: DEASY DWI RAMIAYU, S.E.
Abstrak:
• Kegiatan eksploitasi sumur migas ilegal
kian marak terjadi hingga saat ini.
Menurut SKK Migas, saat ini terdapat
sekitar 4.500 sumur minyak ilegal yang
tersebar di Indonesia.
• Kasus illegal drilling terjadi karena
beberapa faktor, salah satunya karena
dipicu adanya peraturan yang
memberikan kewenangan pengelolaan
sumur tua. Dalam Permen ESDM Nomor
1 Tahun 2008, di mana kegiatan
eksploitasi minyak di sumur tua harus
dilakukan melalui izin pemilik konsesi.
Selain itu, definisi pembagian
kewenangan antara pemerintah pusat
dan daerah tentang perizinan tata ruang
serta penertiban kegiatan illegal drilling.
• Terdapat beberapa langkah yang dapat
dilakukan pemerintah. Pertama,
menyusun ketentuan dalam revisi
Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2008
yang lebih terpadu. Kedua, memperjelas
pembagian kewenangan antara
pemerintah pusat dengan pemda terkait
pengawasan dan penindakan. Ketiga,
meningkatkan koordinasi, pengawasan,
dan penertiban terhadap kegiatan
illegal drilling.

Penulis: MUTIARA SHINTA ANDINI, S.E., M.E.K.K.
Abstrak:
• Dukungan pemerintah di sisi anggaran
untuk Kementerian Sosial luar biasa,
terbukti dengan sejak tahun 2018-2022
anggaran Kemensos masuk ke dalam 10
anggaran K/L terbesar.
• Dengan anggaran besar tersebut, cita-
cita yang dituju oleh Kementerian Sosial
menurut Ibu Risma adalah, penduduk
miskin jangan lagi dibuat susah dan
memperluas jangkauan program
perlindungan sosial Kemensos terhadap
masyarakat.
• Pada tahun 2018-2019, komposisi
anggaran terbesar berada dalam
program Perlindungan dan Jaminan
Sosial. Sedangkan pada tahun 2020 awal
masa pandemi, penggunaan anggaran
terbesar ada pada program penanganan
fakir miskin dan selanjutnya pada tahun
2021-2022 lebih dari 97 persen
anggaran dialokasikan untuk program
perlindungan sosial sebagai implikasi
dari RSPP.
• Penerapan Redesain Sistem
Perencanaan dan Penganggaran (RSPP)
memberikan implikasi perubahan
program Kementerian Sosial dari
semula 7 program sesuai dengan jumlah
Unit Kerja Eselon I menjadi 2 program,
yaitu Program Perlindungan Sosial dan
Program Dukungan Manajemen sebagai
bentuk efisiensi anggaran.
Penulis: Marihot Nasution, S.E., M.Si.
Abstrak:
• Per-Agustus 2021 jumlah
penduduk usia kerja, angkatan
kerja, BAK, orang yang bekerja
meningkat serta jumlah
pengangguran menurun jika
dibandingkan dengan periode yang
sama di tahun sebelumnya.
• TPT di Indonesia tahun 2015
sampai dengan 2019 cenderung
mengalami penurunan. Namun
pada tahun 2020 TPT meningkat
akibat dampak dari pandemi Covid-
19.
• Program PC-PEN yang dijalankan
pemerintah mulai memberikan
hasil yang cukup baik di tahun
2021, khususnya terkait TPT. Hal
ini dapat terlihat dari menurunnya
TPT menjadi 6,49 persen di tahun
2021 dari yang sebelumnya sebesar
7,07 persen.
Penulis: SAVITRI WULANDARI, S.E.
Abstrak:
• Film merupakan karya seni
budaya yang memiliki peran
strategis dalam meningkatkan
ketahanan budaya bangsa dan
kesejahteraan nasional.
• Film merupakan salah satu
subsektor pada ekonomi kreatif
(ekraf) yang berkontribusi
terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) nasional dan penyerapan
tenaga kerja.
• Berdasarkan Data Opus Creative
Economy Outlook 2019,
kontribusi produksi film mencapai
Rp15 triliun terhadap PDB.
Namun, pada tahun 2020,
kontribusi subsektor film, animasi
dan video hanya sebesar Rp2,35
triliun terhadap PDB nasional
yang diakibatkan oleh pandemi
Covid-19.
• Kemenparekraf memberikan
bantuan PEN terhadap subsektor
film melalui 3 program yaitu
promosi, produksi, & pra-
produksi untuk membantu dunia
perfilman bertahan di masa
pandemi

Penulis: Martha Carolina, SE.,Ak., M. Ak.
Abstrak:
• Munculnya Perpres Nomor 82/2021
yang mencantumkan Dana Abadi
Pesantren sebagai salah satu sumber
pendanaan bertujuan untuk
menjamin keberlangsungan program
pendidikan pesantren bagi generasi
berikutnya sebagai bentuk
pertanggungjawaban antargenerasi.
• Dana Abadi Pesantren merupakan
salah satu dari 5 sumber pendanaan
penyelenggaraan pesantren (Pasal 4
Perpres 82/2021). Sumber lain dari
pendanaan tersebut antara lain dana
dari masyarakat, Pemerintah Pusat,
Pemerintah Daerah dan sumber lain
yang sah dan tidak mengikat.
• Pemanfaatan Dana Abadi Pesantren
dialokasikan berdasarkan prioritas
dari hasil pengembangan dana abadi
pendidikan, utamanya digunakan
untuk penyelenggaraan fungsi
pendidikan pesantren.
Penulis: Marihot Nasution, S.E., M.Si.
Abstrak:
• Tahun 2019 capaian prevalensi
stunting di Indonesia berdasarkan
survei SSGBI tercatat 27,67 persen,
angka ini masih jauh dari target
pemerintah sebesar 14 persen pada
tahun 2024.
• Pelaksanaan intervensi gizi untuk
penurunan stunting di daerah
masih banyak yang belum
terintegrasi dan konvergen
(terkoordinir dan terpadu).
• Meningkatnya angka kemiskinan
dan pengangguran dikhawatirkan
akan meningkatkan stunting.
• Upaya pemerintah dalam
menurunkan angka prevalensi
stunting dengan melaksanakan 8
aksi konvergensi, aksi konvergensi
ini dimulai dari tahap perencanaan,
pelaksanaan, hingga pemantauan
dan evaluasi program/kegiatan.
Penulis: SAVITRI WULANDARI, S.E.
Abstrak:
• Perencanaan, pendataan, sosialisasi,
dan edukasi memegang peranan
penting dalam pelaksanaan Program
Indonesia Pintar (PIP).
• Pencairan anggaran PIP hingga saat
ini sebesar 97,01 persen dan masih
dalam tahap proses pencairan.
• Ketidaktepatan sasaran ini juga
disebabkan belum ada data yang
padu terkait keluarga miskin. Jadi
masih banyak masyarakat yang
masih belum mendapatkan haknya
secara merata.
• Perlunya kerjasama antara
Kemendikbud dengan lembaga
lainnya seperti Kementerian Sosial,
Tim Nasional Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K), dan Badan Pusat Statistik
(BPS) untuk sinkronisasi data
penerima PIP.
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635