
Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu indikatif Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2026 mencapai
Rp109,67 triliun. Pagu indikatif Polri di tahun 2026 mengalami penurunan
sebesar 13% dari besaran alokasi anggaran di tahun 2025. Apabila
dibandingkan dengan outlook realisasi anggaran tahun 2024, maka besaran
pagu indikatif Polri tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 11%.
Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu Indikatif PPATK Tahun 2026 sebesar Rp199,1 miliar; dengan rincian
Program Dukungan Manajemen Rp199,1 miliar; dan Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan
Terorisme Rp - miliar.

Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Alokasi anggaran BPKP periode 2020–2024 terus meningkat dengan
realisasi rata-rata di atas 93% yang mencerminkan efektivitas
pengelolaan. Pada 2025, pagu awal sebesar Rp2,47 triliun mengalami
efisiensi hingga 20,63% sehingga anggaran pasca realokasi menjadi
Rp1,81 triliun. Pagu indikatif 2026 ditetapkan Rp2,07 triliun, dengan
mayoritas alokasi untuk Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,9
triliun (91,5%) dan hanya Rp176,4 miliar (8,5%) untuk Program
Pengawasan Pembangunan. Kondisi ini menimbulkan risiko menurunnya
kualitas pengawasan pembangunan dan akuntabilitas keuangan negara
maupun daerah.

Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu indikatif Kementerian Keuangan tahun 2026 ditetapkan sebesar
Rp47.132,9 miliar, menurun dari Rp53.195,3 miliar pada APBN 2025
sebagai bentuk penyesuaian fiskal. Tren revisi anggaran besar pada
periode 2022–2024 menunjukkan perlunya penguatan kualitas
perencanaan untuk menghindari ketidakefisienan dan menjaga
akuntabilitas. Realisasi anggaran 2020–2024 relatif tinggi di atas 94%,
namun struktur belanja masih didominasi belanja barang dengan porsi
belanja modal rendah. Kinerja kelembagaan cukup baik dengan 31 dari
33 indikator kinerja utama tercapai, meski tantangan masih ada pada
kesinambungan fiskal dan pengendalian utang.

Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu indikatif LKPP tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp94,5 miliar, turun
signifikan dari Rp166,7 miliar pada APBN 2025 akibat efisiensi fiskal
sebesar 29,75 persen. Seluruh anggaran 2026 hanya dialokasikan untuk
Program Dukungan Manajemen karena LKPP tidak lagi menjalankan
program lain. Realisasi anggaran periode 2020–2024 rata-rata mencapai
96,12 persen, meskipun terdapat deviasi antar tahun karena
ketidaksesuaian rencana penarikan dana. Kinerja LKPP tergolong sangat
baik dengan rata-rata capaian strategis 105,87 persen, walau masih
menghadapi kendala seperti pencatatan PBJ yang belum optimal,
keterbatasan produk UMK-K, dan rendahnya penggunaan e-purchasing.
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635