
Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu Indikatif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2026
sebesar Rp878 miliar. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan nilai pagu
indikatif KPK 2025 yang mencapai Rp1.237 miliar. Penurunan ini besaran
pagu indikatif KPK terjadi karena anggaran KPK hanya digunakan untuk
membiayai program dukungan manajemen. Pada tahun 2026, KPK tidak
mengalokasikan anggaran untuk program pencegahan dan penindakan
perkara korupsi.

Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu indikatif Bappenas tahun 2026 sebesar Rp746,5 miliar mengalami
penurunan lebih dari 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya,
menandakan kebijakan efisiensi fiskal pasca selesainya penyusunan
dokumen perencanaan jangka panjang nasional. Penurunan ini
menimbulkan tantangan besar bagi Bappenas dalam menjaga fungsi
strategisnya sebagai perencana pembangunan di tengah keterbatasan
anggaran. Struktur anggaran 2026 juga menunjukkan dominasi program
dukungan manajemen dibanding perencanaan substantif, yang berpotensi
menurunkan efektivitas output kebijakan. Meskipun capaian kinerja 2024
melampaui target, Bappenas perlu memastikan bahwa keberhasilan
administratif tersebut bertransformasi menjadi perbaikan nyata dalam
kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.
Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu Indikatif Mahkamah Agung (MA) Tahun 2026 sebesar Rp10.878 miliar,
seluruhnya dialokasikan kepada Program Dukungan Manajemen.
Nilai Pagu Indikatif 2026 tersebut menurun 14,2 persen dibanding Alokasi
Anggaran dalam APBN 2025 yang sebesar Rp12.684 miliar sebelum
dilakukan efisiensi anggaran berdasarkan Inpres 1 Tahun 2025.
Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu Indikatif Mahkamah Konstitusi (MK) Tahun 2026 sebesar Rp260,9 miliar
dengan rincian: 1) Program Dukungan Manajemen Rp135,8 miliar; 2)
Program Penanganan Perkara Konstitusi Rp125,1 miliar.
Nilai Pagu Indikatif 2026 tersebut menurun 57,33 persen dibanding Alokasi
Anggaran dalam APBN 2025 yang sebesar Rp611,25miliar sebelum dilakukan
efisiensi anggaran berdasarkan Inpres 1 Tahun 2025.

Siklus:
Pembicaraan Pendahuluan
Sekilas:
Pagu anggaran BPK periode 2020–2025 didominasi oleh Program
Pemeriksaan Keuangan Negara, dengan alokasi tertinggi pada tahun 2025
sebesar Rp5.186,01 miliar. Namun, pada pagu indikatif 2026 terjadi
pergeseran, di mana alokasi terbesar dialokasikan untuk Program
Dukungan Manajemen sebesar Rp3.703,9 miliar atau 54,19 persen dari
total. Rata-rata realisasi anggaran BPK 2020–2024 mencapai 96,12
persen, tergolong tinggi meskipun penyerapannya tidak merata tiap
tahun. Kinerja BPK juga menunjukkan tren positif, tercermin dari
meningkatnya kualitas tata kelola keuangan negara serta indeks kepuasan
pemangku kepentingan yang mencapai 98 persen pada 2024
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635