

Siklus:
APBN Induk
Sekilas:
Pagu anggaran BNN tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,36 triliun, turun 41% dibanding outlook 2025 namun naik 34,4% dari pagu indikatif, dengan 98% di antaranya dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen. Meski indeks kinerja P4GN tahun 2024 mencapai 101,7% dari target dan tergolong efektif, tantangan besar masih dihadapi pada sisi penegakan hukum, rehabilitasi, dan keterbatasan sumber daya. Kapasitas rehabilitasi hanya mampu menampung sekitar 29 ribu dari estimasi 3,3 juta penyalahguna, disertai minimnya SDM serta sarana prasarana di satuan kerja daerah. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan anggaran dan kapasitas kelembagaan agar pelaksanaan program P4GN dapat lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Siklus:
APBN Induk
Sekilas:
Anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam RAPBN 2026 mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp7,8 triliun, mencerminkan penguatan peran strategisnya dalam tata kelola pemerintahan daerah. Peningkatan ini diarahkan untuk mendukung prioritas nasional, termasuk program Presiden seperti pengendalian inflasi, makan bergizi gratis, dan digitalisasi pemerintahan. Namun, Kemendagri juga menghadapi berbagai isu strategis seperti pengawasan fiskal daerah, transformasi digital administrasi kependudukan, dan penguatan demokrasi lokal. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan anggaran menjadi kunci agar peningkatan alokasi benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Siklus:
APBN Induk
Sekilas:
Anggaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam RAPBN 2026 meningkat menjadi Rp9,49 triliun, mencerminkan fokus pada penguatan data pertanahan dan tata ruang. Namun, kementerian menghadapi berbagai isu strategis seperti penyelesaian konflik agraria, percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta penataan ruang yang masih rendah pemanfaatannya. Selain itu, pemberantasan mafia tanah dan transformasi digital melalui sertifikat tanah elektronik menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kepastian hukum dan pelayanan publik. Dengan tantangan tersebut, efektivitas pelaksanaan kebijakan dan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan reformasi agraria nasional.
Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270. Telp. 021-5715.269 / 5715.635 / 5715.656 - Fax. 021-5715.635